Oleh: reyzalmysterio | 31 Desember 2010

Indonesia tampil impresif menang 2-1 atas malaysia,tapi gagal membawa piala AFF SUZUKI CUP 2010 ke tangan Indonesia

-original message-
Subject: Indonesia tampil impresif menang 2-1 atas malaysia,tapi gagal membawa piala AFF SUZUKI CUP 2010 ke tangan Indonesia From: reyzalmysterio@yahoo.co.id
Date: 30/12/2010 06:47

Piala AFF Malaysia Juara, Malaysia Berpesta Keberhasilan
Malaysia menjuarai Piala
AFF 2010
disambut suka
cita rakyat negeri jiran tersebut. Mereka bersorak sorai,
menggelar pesta merayakan sukses jadi
kampiun ASEAN untuk kali pertama. Pantauan para jurnalis Indonesia, Rabu (29/12/2010), banyak rumah makan yang menggelar nonton bareng laga final leg kedua AFF
Suzuki Cup antara Indonesia melawan
Malaysia. Bahkan beberapa di antaranya
sengaja menyediakan layar lebar ukuran
2×2 meter dengan menggunakan LCD/ infocus. Untuk diketahui, sebagian besar rakyat Malaysia memang gemar makan malam di
restoran atau rumah makan. Biasanya
mereka melakukan bersama keluarga.
Karena itu, pada malam hari sejumlah rumah
makan selalu dipenuhi pengunjung. Momentum final AFF SUzuki Cup yang kebetulan mempertemukan Malaysia
dengan Indonesia, menjadikan suasana
semakin semarak untuk mengadakan
nonton bareng. Seperti yang terjadi di rumah makan
‘Shaker’ dan ‘Cik Dah’ di kawasan Kajang,
dan Restoran Bandar Baru Bangi, provinsi
Selangor, dan Kampung Pandang, Kuala
Lumpur, dipenuhi warga Malaysia yang
makan malam sambil menikmati ‘hidangan’ laga final. “Saya datang setelah Maghrib tadi. Tentulah saya sangat gembira Malaysia akhirnya
menjadi juara kali ini, meski kalah dari
Indonesia. Serangan dari pemain Indonesia
sungguh mendebarkan. Tahniah untuk
Malaysia,” ujar Norzi usai menonton. Ungkapan serupa dikatakan Haidi Ahmad. Menurut lelaki asal Kampung Pandan ini,
keberhasilan Malaysia merebut trophy AFF
Cup merupakan penantian panjang pecinta
sepak bola Malaysia. “Masa keemasan Malaysia telah kembali.
Sepak bola Malaysia pernah meraih juara di
Sea Games 1989, dan tempat ketiga Piala
Tiger tahun 2000 dan 2004. Kini kami juara
piala AFF 2010, ” kata Haidi Ahmad, warga asal Kampung Pandan, Kuala Lumpur mengekspresikan kegembiraannya. Sepanjang pertandingan berlangsung, pendukung Malaysia tidak henti-hentinya
memberikan dukungan. Apalagi setelah
striker andalan Malaysia Mohd Safee
berhasil menyarangkan bola ke gawang
yang dikawal Markus, teriakan ‘Malaysia Juara AFF’ terus terdengar. Bukan saja warga Malaysia. Keriuhan serupa juga terjadi di beberapa titik yang dipenuhi
warga Indonesia. Mereka menggelar nonton
bareng, seperti di Kedutaan BEsar Republik
Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, kawasan
Chow Kit, dan Rumah Makan Minang ‘Singgalang’ di Kajang. “KBRI memfasilitasi warga Indonesia di malaysia untuk menonton bareng, sama-sama
memberi dukungan kepada timnas meski
jauh dari sini,” ujar Atase Pensosbud KBRI
Kuala Lumpur, Widyarka Ryananta. Setelah pertandingan itu berakhir, mereka bubar dengan tertib. Tidak terlihat konvoi
atau iring-iringan kendaraan dari
pendukung Malaysia setelah menonton
pertandingan. Suasana malam di jalan-jalan
seperti malam-malam biasa. Keriuhan sesaat yang seketika menyepi seiring semakin larutnya malam..

Piala AFF Juara, Malaysia Umumkan Libur Nasional
Keberhasilan
menjuarai Piala
AFF untuk kali
pertama
disambut antusias oleh seluruh publik Malaysia.
Perdana Menteri Datuk Seri Najib Razak
mengumumkan hari libur nasional, Jumat
(30/12/2010) ini. Berbekal kemenangan 3-0 di pertandingan
pertama, Malaysia jadi kandidat kuat juara
Piala AFF 2010. Hal tersebut kemudian
terbukti di Stadion Utama Gelora Bung
Karno, meski kalah 1-2, ‘Harimau Malaya’ tampil sebagai juara. Sukses tersebut dirayakan serentak oleh seluruh publik Malaysia. Perdana Menteri
Malaysia Datuk Seri Najib Razak langsung
mengumumkan Jumat 31 Desember 2010
sebagai libur nasional menyambut
keberhasilan tersebut. “Perdana Menteri, Datuk Seri Najib Tun Razak mengumumkan Jumat ini sebagai
libur umum untuk merayakan keberhasilan
tim sepakbola nasional menjuarai Piala
Suzuki AFF 2010,” demikian dilansir kantor
berita Bernama, Rabu (29/12/2010). Sebelum ini, Malaysia pernah satu kali lolos ke final, yakni tahun 1996 saat turnamen ini
masih bernama Piala Tiger. Saat itu, Malaysia
dibuat bertekuk lutut dengan skor 1-0 oleh
Thailand. Malaysia pun bergabung dengan tiga
negara lain yang sudah pernah merebut
supremasi sepakbola negara-negara ASEAN
ini, yakni Thailand, Singapura, dan Vietnam. Thailand pernah juara pada tahun 1996, 2000 dan 2002, Singapura keluar sebagai
kampiun pada tahun 1998, 2004 dan 2007,
dan Vietnam juara pada tahun 2008 silam…

ndahnya Persaudaraan di GBK Arif Suyono
mendapat kan
kesan tersendiri
selama
penyelenggaraan Piala AFF 2010. Gelandang timnas Indonesia
ini melihat keindahan rasa persaudaraan di
Stadion GBK, sesuatu yang bakal dia
rindukan nantinya. Piala AFF 2010 telah berakhir, namun ada
satu kesan yang membekas di hati Arif
Suyono. Pemain Sriwijaya FC ini sangat
terkesan dengan atmosfer yang tercipta di
Stadion Gelora Bung Karno. “aku rindu persaudaran d gbk,dmn tawa pemimpin kt n pedagang asongan melebur
jadi satu…sesuai smboyan bangsa..bhineka
tunggal ika…” tulis dia lewat akun
twitternya @arifsuyono. Berbagai kalangan hadir di Stadion GBK mulai dari rakyat jelata hingga para pejabat
negara sampai dengan presiden. Meski
banyak di antara mereka menghadapi
kesulitan untuk mendapatkan tiket, harus
berjuang keras dan melalui berbagai kesemrawutan penjualan tanda masuk, namun ketika berhasil memasuki stadion,
semua ada dalam satu hati: untuk
Indonesia. Kebahagiaan bukan hanya milik mereka
yang berkesempatan untuk duduk di sala h
satu bangku di Stadion GBK. Keceriaan lain
juga menjadi milik para pedagang yang
mencoba mencari nafkah, mendapatkan
penghidupan lewat menjual kaos, jaket, dan segala pernak-pernik timnas Indonesia. Keuntungan lebih tentu juga dinikmati oleh
para penjual makanan dan minuman selama
kejuaraan berlangsung. Penampilan anak buah Alfred Riedl selama turnamen memang cukup menjanjikan.
Sejumlah muka baru yang menjadi pilar
timnas memberikan kesegaran dan
semangat tersendiri baik itu bagi tim mau
pun para pendukungnya. Memang pada akhirnya Indonesia gagal
menjadi juara di final keempat yang mereka
jalani. Namun begitu Arif Suyono merasakan
ada kebahagiaan lain yang terpancar dari
GBK, yang bakal terus dia rindukan. “Kita bisa lht tawa pedegang asongan n pemimpin kita bersama-sama d gbk…ini
namanya satu bangsa..aku rindu
persaudaraan d gbk..Bisakah kita
bersaudara,seperti d gbk… ,” demikian Arif….

Obati Kegagalan di AFF dengan Medali Emas
SEA Games ,
Untuk keempat kalinya,
Indonesia kembali
harus puas hanya
menjadi finalis di
Piala AFF. Kini medali emas SEA Games dibidik untuk
mengobati kegagalan di Piala AFF. Indonesia gagal menjuarai Piala AFF 2010 usai kalah agregat 2-4 dari Malaysia. Ini
merupakan kali keempat laskar Merah Putih
gagal menjadi juara di turnamen sepak bola
antar negara di Asia Tenggara. “Timnas kita sudah berjuang sekuat tenaga, dari awal hingga akhir. Sayang sekali
banyak peluang terutama di babak pertama
tidak berhasil menjadi gol. Kalau saja penalti
itu berhasil, cerita bisa lain. Walaupun kalah
secara agregat, tetapi kita tetap menang di leg kedua. Menang dengan ksatria, kalah agregat dengan ksatria pula. Sebenarnya,
total agregat Indonesia-Malaysia adlh 7-5.
Artinya secara keseluruhan, kualitas
permainan timnas kita lebih baik, tapi nasib
berkata lain,” kata Menpora Andi Mallarangeng ketika dihubungi wartawan melalui telepon. Andi mengatakan bahwa untuk mengobati kegagalan ini, tahun depan timnas
sepakbola ditarget meraih emas di ajang
SEA Games. “Kita harus segera berbenah,
terutama PSSI. Tahun depan ada SEA Games.
Ini harus kita menangkan, sebagai ganti kesempatan yang hilang di AFF. Bedanya, SEA Games adalah kompetisi U23, artinya
kita harus menyiapkan pemain-pemain
muda yg mampu menjadi yg terbaik di Asia
Tenggara,” terangnya. Dari Piala AFF, Andi mengatakan bahwa
Indonesia memiliki pemain muda yang
potensial seperti Okto Maniani, Irfan
Bachdim, dan Yongki Aribowo. Untuk
mencapai target medali emas SEA Games,
Andi menjelaskan bahwa pihaknya siap memberikan dukungan dana. “Untuk memenangkan SEA Games, kita harus belajar dari pengalaman selama Piala
AFF ini. Mari kita persiapkan tim sepakbola
yang hebat, yang dikelola secara
profesional. Untuk timnas, guna
menghadapi SEA Gamas, kami akan memberi dukungan dana sejumlah Rp 25 miliar, dengan dana APBN,” jelas Andi.

source:detiknews

written by

reyzalmysterio
rizal fahmi


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: