Oleh: reyzalmysterio | 6 April 2010

Dialog Masalah Ketuhanan Yesus oleh Antonius Widuri dan Bahaudin Mudhary 4th meeting

PERTEMUAN YANG KE EMPAT

Yesus Penebus Dosa

BM: Betulkah Kepercayaan Kristen bahwa datangnya Yesus adalah untuk menebus Dosa.

AW: Memang demikian.

BM: Dimanakah menyebutkan

AW: Dalam kitab Perbuatan Rasul-rasul pasal 5 ayat 31

BM: Tolong bacakanlah.

AW: Baik, di sini ada menyebutkan: “Ia inilah ditinggalkan oleh tangan kanan Allah menjadi Raja dan Juru Selamat akan mengaruniakan tobat kepada Bani Israil dan jalan keampunan dosa.”

BM: Susunan kata ini diucapkan oleh Petrus, bukan perkataan Yesus dan bukan wahyu dari Tuhan.

AW: Tetapi dalam Injil Lukas pasal 2 ayat 10 dan 11 juga ada menyebutkan.

BM: Bacakanlah.

AW: Disini menyebutkan: “Maka kata malaikat itu kepada mereka itu: ‘Jangan takut, karena sesungguhnya Aku memberikan kepadamu suatu kesukaan besar yang akan jadi bagi segenap kaum. Sebab pada hari ini sudah lahir bagimu Juru Selamat, yaitu Kristus Tuhan itu, di dalam negeri Daud.'”

BM: Malaikat itu berkata kepada siapa menurut ayat itu.

AW: Di Lukas pasal 2 ayat 8 dan 9 menyebutkan bahwa malaikat berkata kepada orang gembala yang tinggal di padang, menjaga kawan binatangnya pada waktu malam.

BM: Tidak ada keterangan bahwa yang berkata itu malaikat, dan tidak ada pernyataan dari orang gembala sendiri mengenai peristiwa tersebut.

AW: Buat saya tidak perlu memeriksa lebih mendalam lagi, karena di Injil menyebutkan Yesus adalah Juru Selamat dan penebus dosa, itu sudah cukup.

BM: Baik, kalau saudara tidak perlu memeriksa kembali ayat tersebut tidak apa, saya ikuti kemauan saudara, namun saya ingin memberitahukan kepada saudara, bahwa dalam kitab Kisah Rasul pasal 5 ayat 31 yang saudara baca tadi ada menyebutkan bahwa Yesus, hanya penebus dosa bagi Bani Israil saja, bukan untuk semua manusia. Dan saudara sendiri selaku penganut agama Kristen tentunya tidak tertebus dosanya oleh Yesus, oleh karena saudara bukan turunan Bani Israil. Demikianlah kalau saudara betul-betul berpegang pada Kitab Suci saudara kitab Injil saudara, yang telah saudara baca sendiri.

AW: Diwaktu itu mungkin hanya Bani Israil saja yang ada. Karena itulah Yesus berkata begitu, tetapi pada hakekatnya untuk semua manusia.

BM: Kalau benar sanggahan saudara, silahkan saudara buka di Matius pasal 1 ayat 21.

AW: Baik, di Matius pasal 1 ayat 21 menyebutkan: “Maka Ia akan beranakkan seorang anak laki-laki, dan hendaklah engkau menamakan Ia Yesus, karena Ia-lah yang akan melepaskan kaumnya dari pada segala dosanya.”

BM: Apakah belum Jelas, Bibel sendiri yang menerangkan bahwa kedatangan Yesus hanya untuk melepaskan dosa kaumnya saja bukan untuk semua manusia, sebagaimana kita telah bicarakan.

AW: Akan tetapi dapat juga saya artikan: “Kaum” itu dengan “Bangsa,” ialah bangsa manusia. Jadi yang dimaksudkan ialah untuk semua bangsa.

BM: Dengan dasar apa saudara memberi arti begitu. Di Bibel sendiri nyata-nyata menyebutkan dengan kata “Kaumnya.” Taruh kata saudara alihkan kata: “Kaum” dengan arti “Bangsa,” maka yang demikianpun tidak dapat diartikan lain, kecuali hanya bangsanya Yesus sendiri saja ialah bangsa Ibrani (Israil).

AW: Saya masih belum yakin keterangan bapak selama di Bibel sendiri tidak menyebutkan dengan tegas, bahwa kedatangan Yesus untuk Bani Israil saja.

BM: Sekiranya di Bibel ada menyebutkan, betulkah saudara akan menjadi yakin, bahwa kedatangan Yesus itu bukan untuk semua bangsa.

AW: Ya, saya yakin, dan demikianlah pendapat saya.

BM: Apakah saudara sudah periksa di Bibel.

AW: Saya sudah periksa, tetapi saya tidak hafal ayat-ayat Bibel yang ratusan malah mungkin ribuan ayat itu.

BM: Kalau begitu, silahkan periksa Injil Matius pasal 15 ayat 24.

AW: Baik, disini menyebutkan: “Maka jawab Yesus, katanya ‘Tiadalah aku disuruhkan yang lain hanya kepada segala domba yang sesat diantara Bani Israil.'”

BM: Bukankah ayat ini sudah jelas, dan tidak bisa diputar-putar lagi, Yesus sendiri mengakui bahwa ia di Utus untuk Bani Israil saja, bukan untuk semua manusia atau lain. Jadi kalau penganut Yesus (umat Kristen) yang bukan golongan Bani Israil, tentunya tidak termasuk umatnya Yesus, dan dosanya tidak bisa ditebus/tertebus, karena Yesus hanya menjadi Juru Selamat untuk Bani Israil saja, sedangkan saudara sendiripun bukan dari golongan Bani Israil.

AW: Ya, kalau demikian bagi saya agak repot. Entah bagaimana ini semestinya.

BM: Nah, kalau begitu orang bisa berpendapat apakah faedahnya orang-orang Kristen menyebarkan agamanya kepada manusia yang bukan Bani Israil. Sedangkan Yesus sendiri tidak berbuat demikian. Apakah cara yang demikian tidak bisa dinamakan melangkahi ajaran Yesus. Dan di Injil Matius yang saudara baca baru-baru ini ada menyebutkan juga susunan kata Yesus sendiri “Tiadalah aku disuruhkan kepada yang lain.” Jelas disini Yesus sendiri ia mengakui ia disuruh. Kalau Yesus itu dikatakan Tuhan, maka pantaskah Tuhan itu jadi pesuruh. Jadi Yesus itu bukan Tuhan, melainkan pesuruh Tuhan sesuai dengan pengakuan Yesus sendiri, yang menyebutkan dalam Kitab Injil saudara sendiri.

AW: Betul begitu, akan tetapi maaf terlebih dulu apakah misalnya tidak mungkin ayat itu ada salah cetak. Ini hanya kira-kiraan saya sendiri saja, tetapi sekali lagi saya minta maaf.

BM: Tidak apa saudara bersikap ragu-ragu, tetapi untuk menghilangkan keragu-raguan baiklah kita periksa kitab yang berbahasa Belanda ini yang kebetulan saudara bawa. Kitab ini berjudul: “Bijbellezingen voor het Huisgezin.” Setujukah saudara.

AW: Baiklah, dan memang demikian maksud kami sebelumnya, agar dapat kita periksa bersama-sama apakah ayat Bibel yang berbahasa Indonesia, ada bersamaan maksudnya dengan yang berbahasa Belanda.

BM: Silahkan saudara periksa di bab: “De onderdanen van het koningrijk” halaman 834, ayat 12 apakah sudah diketemukan ayatnya.

AW: Sudah ini dia.

BM: Nah mari kita periksa, di ayat ini menyebutkan: “Toen de vrouw van Kanaan tot Christus kwan, Hem om smehende haar dochter te genezen, wat zei Hijtoen?. Maar Hij antwoordende, zeide: ‘Ik ben niet gezenden dan tot de verloren schapen van huis Israel.'” Kalau kita salin kedalam bahasa Indonesia: “Ketika seorang perempuan dari Kanaan datang di hadapan Kristus mengemis-mengemis padanya supaya mengobati (menyembuhkan) anaknya, lalu apakah katanya?. Maka jawab Yesus, katanya: ‘Tiadalah aku disuruhkan yang lain, hanya kepada segala domba yang sesat dari antara Bani Israil.'”

AW: Yah terus terang saja, tampaknya pendirian saya sudah mulai condong kepada keterangan-keterangan bapak.

BM: Alhamdulillah, saya bersyukur, karena saudara sudah tambah bimbang dalam keyakinan saudara. Pada pertemuan yang lalu, kita sudah membaca susunan ayat di Injil Matius pasal 26 ayat 1 dan 2.

AW: Betul saya ingat, saya akan menjelaskan ayat tersebut.

BM: Baik, kalau saudara masih merasa perlu memberikan penjelasan.

AW: Saya akan bacakan lagi bunyi ayat tersebut.

BM: Baik, pada pertemuan yang lalu telah saya terangkan. Mungkin saudara masih perlu membantah (membantah keterangan saya tersebut). Silahkan saudara membacanya.

AW: Ayat tersebut berbunyi sebagai berikut: “Setelah Yesus menyudahi ucapan itu, maka bertuturlah pula ia kepada murid-muridnya: ‘Kamu memang mengetahui bahwa dua hari lagi akan ada hari raya Paskah, dan Anak manusia akan diserahkan supaya ia disalibkan.'” Jadi kedatangan Yesus memang untuk disalib. Berdasarkan ayat ini.

BM: Mengapa Yesus berteriak minta tolong kepada Tuhan di waktu akan disalib, kalau memang benar kedatangan Yesus untuk disalib. Mestinya dia bersedia untuk disalib. Seruan Yesus minta-minta tolong itu, sebagaimana saya telah sebutkan pada pertemuan kita yang pertama, ialah di Matius pasal 27 ayat 46: yang bunyinya sebagai berikut: “Maka sekira-kira pukul tiga itu, berserulah Yesus dengan suara yang nyaring, katanya: ‘Eli, Eli, lama sabachtani.'” artinya ‘Ya Tuhanku, Ya Tuhanku, apakah sebabnya Engkau meninggalkan Aku.”

AW: Di ayat yang dibacakan tadi menunjukkan badan ketuhanan Yesus sudah mengetahui lebih dahulu bahwa badan kemanusiaannya akan di salib. Jadi yang berteriak itu bukan anak Tuhan, melainkan badan kemanusiaannya Yesus, oleh karenanya itu ia menyerah untuk disalib.

BM: Kalau begitu, diwaktu Yesus di Salib ada dimanakah badan ketuhanannya Yesus itu. Kalau saudara menjawab terpisah, maka hal itu menunjukkan bahwa tidak selamanya Yesus menjadi satu dengan Tuhan. Tetapi kalau saudara menjawab tetap di situ, mengapa badan ketuhanannya tidak dapat menolong Yesus, sehingga ia berteriak-teriak minta tolong.

AW: Saya tidak mengerti bagaimana soal ini sebenarnya.

BM: Bukan itu saja, malah kita masih bisa meneruskan lagi di Matius pasal 26 ayat 38 yang menyebutkan: “Kemudian kata Yesus kepada mereka itu: ‘Hatiku amat sangat berduka cita hampir mati rasaku; tinggallah kamu di sini dan berjagalah sertaku.'” Mengapa badan Ketuhanan Yesus tidak berkuasa menghilangkan duka cita yang dirasakan olehnya. Malah ia berkata kepada muridnya minta berjaga bersama dia. Pantaskah Tuhan minta-minta kepada manusia.

AW: Kalau saya berpegang pada ayat Injil tersebut, bahwa kedatangan Yesus untuk Bani Israil saja, maka apakah salahnya kalau kita mengajak manusia diluar Bani Israil supaya percaya kepada Yesus.

BM: Kalau saudara konsekwen berpegang pada ayat Injil itu mestinya tidak demikian pendapat saudara. Kalau saudara telah menyimpang dari langkah Yesus oleh karena Yesus sendiri mengatakan bahwa kedatangannya hanya untuk menebus dosa Bani Israil semata-mata, bukan manusia lainnya.

AW: Taruh kata kedatangan Yesus itu hanya untuk Bani Israil saja, dan andaikata ada orang dari luar Bani Israil yang masuk Kristen, maka hal tersebut tidak berarti ayat Injil dan ajaran Kristen itu ada kesalahan.

BM: Kalau begitu apakah orang Bani Israil yang menyalibkan Yesus itu sudah tertebus dosanya?

AW: Entahlah.

BM: Mengapa dalam kitab Injil tersebut Yesus berkata bahwa kedatangannya untuk menebus dosanya Bani Israil. Dengan demikian maka orang Bani Israil yang menyalibkan Yesus mestinya sudah tertebus dosanya. Terlebih lagi berdasarkan keterangan saudara mestinya manusia yang menyalibkan Yesus itu tidak berdosa, malah menerima pahala besar, kalau kedatangannya Yesus memang untuk disalib. Andaikata tidak ada orang yang bersedia menyalibkan Yesus, tentu tidak terlepas dosanya Bani Israil dan kedatangannya Yesus tidak dapat lagi disebut selaku penebus dosa. Mestinya orang yang menyalibkan Yesus itu menerima pahala besar, tidak dilaknat, karena mereka telah berjasa menyalibkan Yesus, karena perbuatan mereka itulah, dosa-dosa Bani Israil tertebus semuanya. Jawaban ini sebagian telah saya sampaikan pada pertemuan kita yang lalu.

AW: Dalam hal ini saya belum bisa menjawab sekarang, tetapi mungkin dilain waktu.

BM: Saya akan ulangi lagi pertanyaan saya: Betulkah lantaran Yesus disalib, dosa bisa terhapus.

AW: Ya, betul begitu menurut ayat Injil.

BM: Alat apakah digunakan untuk menyalibkan Yesus.

AW: Kalau saya tidak salah, ialah kayu yang disebut: “Kayu Salib”

BM: Kalau begitu Yesus tergantung pada kayu pada waktu disalibkan.

AW: Ya, demikian, sebagaimana kita sering melihat gambar Yesus disalib.

BM: Silahkan saudara periksa di Galatia pasal 3 ayat 13.

AW: Baik, disini disebutkan: “Maka Kristus sudah menebus kita dari pada kutuk Torat itu dengan menjadi satu kutuk karena kita, karena ada tersurat: ‘Bahwa terkutuklah tiap-tiap orang yang tergantung pada kayu.'”

BM: Menurut keterangan saudara, Yesus rela untuk di salib, sedangkan menurut Galatia yang saudara baca menyebutkan: Terkutuklah tiap-tiap orang yang tergantung pada kayu, dan kalau begitu apakah bisa menebus dosa manusia.

AW: Terima kasih, saya sudah menyadari. Apakah tidak sebaiknya kita pindah kepada pasal-pasal yang lain. Tetapi di lain malam, karena sekarang waktunya sudah terlalu larut malam.

BM: Baiklah terserah saudara.

Versi di atas ini merupakan salah satu posting dalam milis
di lingkungan ISNET yang diposting oleh:
From: Dwi Santoso <DWIST@ptcpi.com>
To: "'Islam'" <is-lam@isnet.org>


rewrote by reyzalmysterio

Responses

  1. Saya akan menjawab saudara,yang anda sebut bahwa orang yg disalib diatas kayu adalah orang terkutuk,,itu benar..makanya Yesus menggunakan salib sebagai tempat dia dihukum untuk menebus dosa,karena hukuman tidak ada dinyatakan benar,dan kalau dibilang benar berarti tidak akan dihukum.Makanya Yesus berkata Ya Bapa,ampunilah dosa mereka karena mereka tidak tau apa yg mereka perbuat.dan tidak mungkin Yesus di hukum disingga sana sebagai orang mulia,karena Dia di utus untuk menebus Dosa manusia berarti Dia harus berjalan dari Dosa itu untuk membersihkannya dan membuangnya,dan tidak ada seorang cleaning services disuruh untuk mengepel yg bersih melainkan tempat yg kotor dan itu harus dilaluinya,dan tidak ada dokter mengobati orang yg sehat melainkan mengobati orang sakit dan dia harus bertemu dengan orang sakit tersebut dan dia harus mengetahui penyakit tersebut.

    *Yesus di utus untuk bani Israel.
    Itu memang benar karena Bani Israel adalah umat pilihannya jadi Dia diutus untuk bani Israel,memang seluruh kristen bukan keturunan bani Israel dan tidak ada pernyataan bahwa mengajarkan ajaran Yesus telah melangkahi,sekali lagi tidak ada! sebab dia berkata kepada murid-muridnya beritakanlah berita kebenaran yg dari padaku untuk seluruh bumi.

    Yesus adalah Tuhan.
    Sebab tidak ada Manusia selain yesus yg dapat meramalkan masa depannya,menghidupkan orang meninggal,dan paling utama mengampuni dosa manusia,karena sewaktu ada seorang pemungut Cukai yakni Zakkeus datang kepadanya dan meminta ampun Yesus sendiri menyatakan Dosamu telah diampuni jadi Tuhan Yesus telah mengampuni dosa Zakkeus,dan pada saat itu juga Zakkeus menjadi berubah dan menjadi orang yg saleh karena pengampunan dosa dari Yesus.
    dan itu juga yg terjadi kepada orang sakit yg datang dari tempat jauh karena tidak dapat bertemu Yesus dia hanya menggunakan kepercayaannya dan berkata hanya memegang jubahnya saja aku pasti sembuh,dan ternyata pada hari itu juga dia sembuh..Seandainya hanya seorang Nabi yg mengatakan dosamu sudah diampuni,pasti orang itu masih berfikir secara logika,bagaimana manusia mengampuni dosa manusia dan dapat dipertanggung jawabkan disurga?
    dan setelah dia dan sebelum dia belum ada manusia seperti Yesus,dan itu dapat dibuktikan.kalau ada bukti silahkan di tunjukkan.!!

    *Maaf saya mau bertanya untuk anda.
    1.Kenapa kalian umat Muslim masih mendoakan Nabi Muhammad supaya masuk sorga,dan itu selalu kalian kumandangkan setiap mau Sholat,apakah Nabi Muhammad terlalu banyak Dosa,,makanya seluruh manusia harus mendoakannya?
    2.Kenapa Kalian umat muslim mengatakan bahwa membunuh orang kafir adalah suatu Jihad dan diterima di sisi alloh? padahal membunuh itu adalah dosa? dan kalau supaya tidak menjadi aib kenapa tidak dinasehati supya hatinya mengerti kasih!!
    dan selama saya melihat bahwa kalian Muslim tidak punya kasih,yg ada hanya dendam dan balas dendam..karena diajaran kami balas dendam itu adalah dosa sama dengan pembunuhan.
    3.Kenapa kalian mengharamkan daging Babi?
    Karena ada juga tertulis di Quran,bahwa semua yg engkau makan kalau tidak dimuntahkan berarti halal dan tetapi kmu memuntahkannya berarti dia haram.

  2. Pada dasarnya umat muslim bukanlah mendoakan Nabi Muhammad masuk surga tetapi mengucapkan Sholawat atau ucapan selamat kepada manusia yang sudah dijamin masuk Surga dan Allah Maha Mendengar umat muslim yang mengucapkan Sholawat sehingga ucapan tersebut merupakan tanda bagi umat muslim yang menjadi umat Nabi Muhammad.
    dan disaat-saat hembusan nafas terakhir Nabi mengucapkan Ummati (umatku) kepada orang-orang disekitarnya dan para malaikat yang menjemput beliau sebanyak 3 kali karena kecintaan beliau terhadap umatnya baik didunia maupun diakhirat.

    Umat muslim hanya diperbolehkan membunuh kepada orang kafir yang memerangi agamanya bukan kepada orang kafir yang tidak memerangi umat muslim. sebagaimana dicontohkan Nabi Muhammad pada saat perang Badar, beliau memerangi orang kafir quraisy tidak ditempat umum yang didiami penduduk mekkah melainkan ditempat yang jauh dari pemukiman dan beliau tidak pernah mendahului peperangan (Jangan mencari musuh tetapi tidak lari kalau ketemu musuh) dan juga pada saat penaklukan kota mekkah perintah beliau kepada pasukannya bahwa jangan ada satupun perusakan ataupun balas dendam kepada orang-orang kafir quraisy mekkah yang tinggal didalamnya. Sehingga sampai sekarang kota mekkah dinamakan kota haram karena semenjak itu tidak ada lagi atau diharamkan suatu perusakan, pembunuhan atau kejahatan lainnya baik itu terhadap hewan, tumbuhan apalagi terhadap manusia.

    Saya hanya mau minta SATU pertanyaan buat pak Daud jika kitab yang anda yakini masih di anggap suci.

    Bagaimana anda bisa menjelaskan banyaknya ketidaksesuaian perkataan yang ada diantara ayat-ayat dalam kitab suci anda dan perkataan yang baik dan sesuai dengan norma-norma kesopanan sebagai seorang manusia sehingga jelaslah suatu kitab itu suci (bersih) dari adanya ketidaksesuaian tersebut. Trims

  3. Saya hanya nenambah kan masalah daging babi.
    pak daud. jika anda kira makanan yg masuk kemulut itu yg halal dan yg keluar dari mulut itu yg haram..
    lalu bagaimana jika yg masuk kedalam mulut adalah heroin, sabu-sabu, ganja, extasci.. dll barang2 yg dapat merusak tubuh..? apakah masih di halalkan yg seperti itu? dan kalau anda pikir babi adalah hewan ciptaan tuhan, dan ciptaan harus dimakan manusia. bagaimana dengan tikus, ular, laba-laba, kalajengkin, buaya? hewan2 itu juga ciptaan tuhan dan kenapa tidak kalian makan?
    karna tidak smua ciptaan tuhan bisa dimakan manusia.

  4. Saya hanya nenambah kan masalah daging babi.
    pak daud. jika anda kira makanan yg masuk kemulut itu yg halal dan yg keluar dari mulut itu yg haram..
    lalu bagaimana jika yg masuk kedalam mulut adalah heroin, sabu-sabu, ganja, extasci.. dll barang2 yg dapat merusak tubuh..? apakah masih di halalkan yg seperti itu? dan kalau anda pikir babi adalah hewan ciptaan tuhan, dan ciptaan harus dimakan manusia. bagaimana dengan tikus, ular, laba-laba, kalajengkin, buaya? hewan2 itu juga ciptaan tuhan dan kenapa tidak kalian makan?
    karna tidak smua ciptaan tuhan bisa dimakan manusia..

  5. Mana si Daud…, banyak omong doang… dia tu mengakui Injil, tapi gak tau isi injil secara mendalam.
    “daging nya jangan kamu makan, dan bangkai mereka jangan engkau sentuh, mereka adalah najis untuk Anda.”[Imamat 11:7-8]

    Babi juga dilarang dalam Injil dalam kitab Ulangan

    “Dan babi, karena kukunya terbelah, namun bukan pemamah biak, ia adalah najis untuk Anda. Kamu jangan makan daging mereka, dan jangan menyentuh bangkai mereka.” [Ulangan 14:8]

    larangan yang sama juga diulang dalam Injil dalam kitab Yesaya bab 65 ayat 2-5.

  6. satu lagi nih buat si Daud, kamu bilang : “Sebab tidak ada Manusia selain yesus yg dapat meramalkan masa depannya,menghidupkan orang meninggal,dan paling utama mengampuni dosa manusia”.

    Terus apa pendapatmu mengenai orang India yang bisa menghidupkan orang mati…
    Namanya SAI BABA. apa kamu menganggap dia juga TUHAN?

  7. I leave a leave a response whenever I especially
    enjoy a post on a website or if I have something to valuable to
    contribute to the discussion. Usually it’s caused by the fire displayed in the post I read. And on this article Dialog Masalah Ketuhanan Yesus oleh Antonius Widuri dan Bahaudin Mudhary 4th meeting | All About ReyzalMysterio. I was moved enough to post a comment🙂 I actually do have 2 questions for you if it’s allright.
    Could it be just me or do a few of the comments come across
    as if they are coming from brain dead people?😛 And, if you are writing at additional places, I’d like to follow everything fresh you have to post. Would you make a list every one of all your communal sites like your linkedin profile, Facebook page or twitter feed?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: