Oleh: reyzalmysterio | 7 Maret 2009

Taufik Hidayat dan Firdasari di ALLENGLAND 2009

Taufik Melaju ke Semifinal All England

Sabtu, Maret 7

lumayan unggulan bulu tang Unggulan ketujuh Taufik Hidayat melaju ke semifinal kejuaraan All England setelah mengalahkan unggulan keempat Peter Gade 21-17, 21-18, pada perempatfinal yang berlangsung di National Indoor Arena, Birmingham, Jumat malam waktu setempat (Sabtu dinihari WIB).

Setelah dipaksa bermain tiga game pada dua babak sebelumnya, pada babak delapan besar itu Taufik berhasil membukukan kemenangan straight game untuk memperbaiki rekor pertemuannya dengan Gade menjadi 6-6 dalam pertemuan ke-12 mereka.

Pertemuan antara Taufik dan Gade itu merupakan pertandingan ulangan final All England 10 tahun lalu saat Taufik harus mengakui keunggulan pemain Denmark yang lebih tua lima tahun. Pada final All England 1999, Taufik harus mengakui keunggulan ayah dua putri yang berhasil menang 15-11, 7-15, 15-10.

Bermain ketat sejak awal pertandingan, Taufik yang mendapat dukungan penuh dari para penonton dan juga masyarakat Indonesia serta para pelajar yang tergabung dalam PPIM Birmingham, menghasilkan 21 angka melalui smesnya dibanding lawannya yang menghasilkan 12, untuk meraih kemenangan dalam waktu 46 menit.

Kepada koresponden ANTARA London, usai pertandingan Taufik mengatakan sudah menjadi obsesinya untuk bisa mengalahkan Peter Gade.

“Saya bersyukur akhirnya bisa menang melawan Peter,” ujar Taufik yang mengatakan kalah menang dalam satu pertandingan merupakan hal yang biasa.

“Sudah menjadi target saya untuk bisa menjadi juara di All England,” tambah Taufik yang pada semifinal turnamen berhadiah total 200.000 dolar itu akan bertanding melawan unggulan pertama Lee Chong Wei dari Malaysia yang hanya membutuhkan waktu 26 menit untuk meraih kemenangan mudah 21-9, 21-9 atas lawannya Ville Lang dari Finlandia.

Lang maju ke babak delapan besar dengan kemenangan tanpa tanding menyusul pengunduran diri pemain Indonesia Sony Dwi Kuncoro karena sakit punggung.

Taufik mengakui belum mempunyai strategi khusus untuk menghadapi Lee Chong Wei yang sudah sering dihadapinya dalam berbagai turnamen.

“Tentunya strateginya harus beda saat menghadapi Peter dan Chong Wei karena Chong Wei lebih muda,” kata Taufik yang akan berkonsultasi dulu dengan palatihnya Mulyo Handoyo.

Menurut Taufik, sebagai satu satunya pemain tunggal putra Indonesia yang tersisa ia akan berusaha untuk memberikan yang terbaik karena meskipun ia bukan lagi pemain Pelatnas, namun ia tetap membawa nama Indonesia.

Pelatih Taufik, Mulyo Handoyo mengatakan saat menghadapi Gade, Taufik sempat kurang yakin, “semoga itu tidak akan terjadi pada saat menghadapi Lee Chong Wei”.

Bona/Ahsan tersingking

Sementara itu, satu-satunya ganda putra Indonesia yang tersisa, pasangan Bona Septano/Muhammad Ahsan gagal mempertahankan keunggulan mereka pada game pertama untuk mengalahkan unggulan keenam dari Korea Lee Yong Dae/Shin Baek Cheol.

Sempat memimpin di awal game kedua, Bona/Ahsan bermain ketat pada pertengahan game tersebut sebelum tertinggal saat ganda Korea yang pekan lalu menjuarai Jerman Terbuka itu mengumpulkan enam angka beruntun sebelum menyudahinya dengan kemenangan 21-15.

Situasi berbalik pada game ketiga saat pasangan Indonesia terus tertinggal setelah berhasil menyamakan kedudukan 6-6 hingga menyerah pada kedudukan 14-21. Pasangan Indonesia kalah 21-17, 15-21, 14-21 setelah bertanding selama 52 menit.

Namun sayang salah satu pebulutangkis putri favorit saya ‘Firdasari’ tak demikian,ia justru kandas di ajang yang serupa dengan Taufik Hidayat,Firdasari Gagal Taklukkan Xingfang, Habislah Wakil di Tunggal Putri

BIRMINGHAM, KAMIS — Adrianti Firdasari gagal mewujudkan tekadnya untuk mengalahkan pebulu tangkis putri China, Xie Xingfang. Dalam pertandingan memperebutkan tiket ke perempat final All England, Kamis (5/3), Firdasari menyerah 15-21 11-21.

Dengan demikian, Indonesia tak punya wakil lagi di nomor tunggal putri. Pasalnya, Pia Zebadiah Bernadet yang menjadi pendamping Firdasari, sudah lebih dulu tersingkir di babak pertama.

Dalam pertarungan yang menghabiskan waktu 31 menit itu, Firdasari sempat memimpin di awal set pertama karena unggul 4-1. Namun, Xingfang yang menjadi unggulan kelima di turnamen ini bisa mengejar, bahkan meninggalkan Firdasari sampai kedudukan 11-7.

Setelah itu, gantian Firdasari yang mengejar dan hanya mampu mencapai angka 10. Xingfang yang menyabet medali emas Olimpiade Beijing 2008 itu semakin kencang berlari dan meraih kemenangan di set pertama dengan skor 21-15.

Di set kedua, Firdasari kembali memberikan perlawanan gigih. Sayang, perjuangan pebulu tangkis berusia 22 tahun ini hanya sampai kedudukan 6-6 karena lagi-lagi Xingfang bisa mengendalikan jalannya pertandingan untuk menang 21-11 dan meraih tiket perempat final.

Hasil ini tentu saja meleset dari target Firdasari. Pasalnya, sebelum berangkat ke Birmingham, peringkat 23 dunia tersebut mencanangkan untuk minimal mencapai perempat final, yang artinya dia harus menaklukkan Xingfang.

“Meskipun sulit, tapi saya sangat berambisi mengalahkan Xingfang supaya bisa maju ke perempat final,” tutur Firdasari pada pertengahan bulan Februari.

Pada All England ini, Indonesia hanya mengirimkan Firdasari dan Pia. Tunggal putri nomor satu di Tanah Air, Maria Kristin, terpaksa tidak jadi berangkat karena belum pulih dari cedera lutut.
ReyzalMysterio's trademark logoReyzalMysterio’s trademark logo

copyright

ReyzalMysterio


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: