Oleh: reyzalmysterio | 21 Februari 2009

JANGKA SORONG

JANGKASORONG

JANGKASORONG

Pengukuran Menggunakan Jangka Sorong .Masih ingat ketika pertama kali saya diajari menggunakan jangka sorong. Ketika itu saya masih kelas VII SMP pada pelajaran fisika. Guru yang mengajar pun masih saya ingat, Pak Slamet Haryadi,gelarnya gak tercantum..lupa. Tetapi masalahnya yang saya jug agak lupa yaitu pelajarannya (maaf ya Pak?, hehe) tentang mengukur menggunakan jangka sorong. Singkat cerita saya mendapat tugas mencocokkan peralatan fitting perpipaan dengan standard yang berlaku. Tetapi, untuk dapat melakukan pencocokan itu saya harus mendapatkan beberapa data. Antara lain yang data yang harus saya ukur yaitu outside diameter, inside diameter, dan thickness dari fitting (elbow, flanges, tee, tee, concentric reducer, dan eccentric reducer). Peralatan yang disediakan ya JANGKA SORONG. Awalnya sih saya kira gampang saja menggunakannya. Tetapi, ketika ke mulai mengukur saya bingung. Lho? Kok gini? Kebetulan perhitungan yang saya gunakan agak membingungkan karena menggunakan USCS (United States Customary System). Pengukuran jarak menggunakan inch. Secara konversi tidak masalah sih. Tapi gimana mau ngukur kalo masih bingung menggunakan jangka sorong. Akhirnya saya menghabiskan waktu 5 menit untuk bereksperimen menggunakan jangka sorong (untung instrukturnya nggak ada :P ). Akhirnya saya ingat lagi. Jangka sorong dapat digunakan untuk mengukur suatu benda yang ketelitiannya mencapai seperseratus milimeter. Namun, karena yang saya gunakan adalah versi analog dan kurang dari 30cm jadi ketelitiannya hanya 0,05mm. Sedangkan untuk versi analog yang lebih dari 30cm ketelitiannya mencapai 0.01 mm. Jangka sorong biasanya digunakan untuk: # mengukur suatu benda dari sisi luar dengan cara diapit; # mengukur sisi dalam suatu benda yang biasanya berupa lubang (pada pipa, maupun lainnya) dengan cara diulur; # mengukur kedalamanan celah/lubang pada suatu benda dengan cara “menancapkan/menusukkan” bagian pengukur. Jangka sorong memiliki dua macam skala: skala utama dan nonius. Lihat contoh cara mengukur di bawah. Jangka Sorong Lihatlah skala nonius yang berhimpit dengan skala utama. Di contoh, yang berhimpit adalah angka 4 (diberi tanda merah). Itu berarti 0.04 mm. Sekarang lihatlah ke skala utama di sebelah kiri angka nonius 0. Di situ menunjukkan angka 4,7 cm. Berarti hasil pengukurannya adalah 4,7 cm + 0.04 cm = 4,74 cm. Ingat lagi kan pelajaran SMA? Hehe. Untuk pembacaan ke inch prinsipnya sama, hanya saja harus pintar menggunakan skala yang berbeda

ReyzalMysterio


Tanggapan

  1. kok cm hmmm,,, salam kenal ya….

  2. q kn mnt nm nm bsrt tnd pnh nya bkn gmbr aj
    gmn sich……………………….
    huh…….payah??????????????????

  3. RUUUUUUUUUUWWWWWWWWWWWWWEEEEEEEEEEEEEEETTTTTTTTTTTTTTT!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  4. @zurvia: emang kamu sblumnya udah minta,lum kan??

    @intan:secara teoritis memang keliatan rumit,tapi kalau langsung di praktekin mudah kok asal tau cara pakenya.coba deh!!!

    jangan menyerah.by,d’masiv

  5. good………… mkasih bro

  6. Nentuin ketelitianya gmana yah?

  7. aku kutip katakatanya yaa “Itu berarti 0.04 mm.”
    dan “Berarti hasil pengukurannya adalah 4,7 cm + 0.04 cm = 4,74 cm.”

    bingung sama 2 kata tersebut U,u yang satu 0,04 milimeter yang satunya lagi 0,04 centimeter -___________-

  8. bisa gk sih kita dapetin hasil jangka sorong 3 angka diblakang koma? jadi misalnya 1,465 cm ?

  9. hmmm……pengennya tau apa keunggulan jangka sorong dibandingkan mistar……?????


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.